Thursday, 23 December 2021

PART 2 KISAH TES SKB


Oke. Nilaiku rendah di SKD. Aku butuh 1 hari untuk menerima kenyataan ini bahwa aku termasuk rank bawah, bahwa ada orang yang belajarnya lebih giat daripada aku untuk ujian SKD, bahwa usahaku harus lebih keras di ujian kedua. Bagus juga aku tidak rank pertama di SKD jadi aku tidak diatas angin dan terus belajar belajar belajar. 

Belajar SKD lebih susah dibanding persiapan SKB. Itu menurutku tiap orang beda - beda. Bayangkan kita harus memanggil ulang materi jaman sekolah tentang wawasan kebangsaan, intelegensia umum, itu susah. Tambah lagi aku jatuh di TKP, Tes Karakteristik Pribadi. Aku meremehkan TKP. Jangan remehkan TKP. Itulah kekurnganku waktu ujian SKD. 

Aku yang setiap hari belajar di ruangan berAC,sambil online belajar zoom, sambil ngemil ciki-ciki dan yoghurt, sambil buka buku yang telah kubeli dengan kualitas terbaik, apa alasanku untuk tidak belajar? Dibandingkan orang lain yang mungkin tidak seberuntung aku. Mereka juga belajar keras di ruangan panas tanpa kipas angin, mungkin  sambil mengurus tiga anaknya kecil-kecil, mungkin belajar setelah pulang kerja larut malam ketika anggota keluarga sudah tidur, mungkin belajar dengan kertas fotocopyan yang buram dan dijadikan satu sehingga menjadi buku, mungkin belajar dimalam hari menunggu paket kuota malam. Berharap bulan depan orangtuanya akan bangga menonton skor anaknya. Dengan semua fasilitas yang aku punya, tidak ada alasan untukku tidak maksimal. Disinilah aku tidak punya alasan bilang capek. 





Semakin aku belajar, semakin banyak yang baru aku ketahui setelah mendalami teori2 tersebut. Kemana aja aku selama ini. Membuat aku sadar dalam proses belajar, kita gak ada apa apanya di dunia ini. Proses belajar membuatku merefleksi kehidupan. What am I doing. Why. Why everyone one to get the position dan banyak pertanyaan filosofis lainnya. Aku ingin mengetahui seberapa kemampuanku di ujian ini. Bagi aku yang jurusan ilmu komunikasi, apakah yang selama ini di kampus kupelajari sudah kuterapkan. Apakah aku hanya hadir datang di kelas dan isi absen. Apakah aku pantas disebut lulusan sarjana ilmu komunikasi. 

Lagi lagi semua tentang memantaskan diri. Aku akan berusaha belajar. Sampailah aku pada tahap nikmatnya belajar, aku belajar ikhlas. Tidak merasa terpaksa lagi. Aku otomatis bangkit belajar setelah solat isya. Aku selalu berdoa "jika nanti aku lolos maka semoga daerah yang mendapatku akan bangga memilikiku. Jikapun nanti aku tidak lolos maka tidak apa apa, aku cukup bangga mempelajari ini semua pasti berguna suatu hari nanti. Terimakasih ya Allah sudah memberikanku kenikmatan belajar. Gakpapa jika engkau menghendaki aku tidak lolos." Aku sudah siap menang atau kalah. 

Hari H. 2 Desember 2021. Sangat enjoying the process sampai2 pas ujian SKB aku sangat santai sekali mengerjakan. Ak keluar ruangan pertama. Bangkit dari kursiku. Kuliat tatapan pengawas, mereka kira aku ingin ke toilet. Betapa kagetnya mereka waktu aku bilang sudah selesai. Aku sudah selesai mengerjakan dan aku tidak tahan berada di ruangan ini, lagi pula aku tidak ada niat mengganti jawaban. Aku yakin semua jawaban itu sudah pas. Apakah aku yakin lolos. Tidak. Aku hanya meyakini bahwa ini sudah yang terbaik yang bisa kulakukan. Selebihnya adalah kehendaknya. Aku keluar ruangan. Mengambil handphone. Sudah penuh notifikasi dari orang terdekat. Mengucapkan selamat karena mereka nonton live skor dengan tegang. "Selamat atas pekerjaan barunya put." Selamat. Selamat. Selamat. Entah kenapa aku gemetar. 

Lalu aku duduk di ayunan besi yang ada tepat dekat ruang ujian. Aku lolos. Seketika muncul memori aku belajar setiap hari selama berbulan bulan, terulang di kepalaku. Capek capek pagi siang malam belajar sepulang kerja. Disemangatin orang orang terdekat. Mengingat banyak orang yang juga sedang berjuang. Aku segera telpon orang orang terdekatku yang tenryata mereka sudah tau hasilku bagaimana karena bisa menonton live. Mereka sangat baik selalu mensupport keputusanku. 


Alhamdulillah. Mungkin Allah swt lebih menginginkan aku bekerja di tempat yang baru ini. Yang selama ini tidak pernah kubayangkan akan bekerja di instansi pemerintah. Yang selama ini aku ogah ogahan kalau berurusan dengan pemerintah, akhirnya aku menjadi salah satunya.  " Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. " Here i am. Bersyukur. Karena jika bukan karenaNya. Aku tidak bisa membagi kisah ini. Apakah nanti aku akan berguna di tempat yang baru? Aku akan berusaha. Kita lihat nanti. Terimakasih. 





Tuesday, 12 October 2021

PART 1 CIVIL SERVANT

Ini lah kisahku. Si pelamar CPNS. Akan kubagikan di tulisan ini. 


Awal mula
Aku seorang pekerja swasta, baru 5 tahun bekerja di swasta. Aku pernah bekerja di humas dan protokol sebuah universitas. Juga pernah bekerja di perusahaan tambang. Terakhir aku bekerja di industri perhotelan. Puncaknya sekarang bekerja sebagai HRD Manager di pusat MICE terbaik di Kalimantan Utara. Gajiku cukup besar. Kadang 2 digit saat service besar. Kantorku nyaman. Teman-teman kerjaku baik semua saling support. Aku sudah menguasai pekerjaanku. Gajiku besar. Entah kenapa aku selalu questioning myself ketika sudah melalukan pencapaian di kantor, sepertinya aku yang berada di tempat yang salah. Apalagi kalau sudah briefing bahas mengenai anything about profit. Departemenku tidak berurusan langsung dengan pengejaran target perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Jadi aku fokus ke operasional saja. Tapi pasti kita selalu bahas bersama. Puncaknya ketika setiap pagi briefing jam 9, I have ideas in my head, but I dont feel like myself so I remind silent. That's when I feel like I don't belong there.  I takes more than two years to actually figuring out that I don't really care about this big salary. That I refuse money. That I realize I am not a money oriented person but I love to work with people. Merasa lelah dengan semua drama coorporate yang mengejar keuntungan. Entah kenapa hati ini tergerak untuk daftar CPNS . Kalau aku ingin mengejar uang, tidak mungkin aku tinggalkan pekerjaanku yang sekarang. Bahkan ketika memutuskan meninggalkan pekerjaanku yang sekarang aku tidak ada penyesalan sama sekali.😅 Hanya saat mencari ketetapan hati untuk menjadi abdi negara aku butuh waktu research dan merenung why I choose this path. Long story short tekadku bulat untuk bekerja sebagai pelayan publik.

Belajar
Belajar harus diimbangi dengan berdoa membujuk Allah swt. Malu juga ketika menginginkan sesuatu baru merengek rengek kepadaNya. Walaupun capek pulang kerja aku paksakan diriku bangkit dan buka buku. Membayangkan masih banyak orang diluar sana. Aku yang setiap hari belajar di ruangan berAC, sambil online belajar zoom, sambil ngemil ciki-ciki dan yoghurt, sambil buka buku yang telah kubeli dengan kualitas terbaik, apa alasanku untuk tidak belajar? Dibandingkan orang lain yang mungkin tidak seberuntung aku. Mereka juga belajar keras di ruangan panas tanpa kipas angin, mungkin  sambil mengurus tiga anaknya kecil-kecil, mungkin belajar setelah pulang kerja larut malam ketika anggota keluarga sudah tidur, mungkin belajar dengan kertas fotocopyan yang buram dan dijadikan satu sehingga menjadi buku, mungkin belajar dimalam hari menunggu paket kuota malam. Berharap nanti orangtuanya akan bangga menonton skor anaknya. Dengan semua fasilitas yang aku punya, tidak ada alasan untukku tidak maksimal. Disinilah aku tidak punya alasan bilang capek. Beruntungnya juga ketika aku mulai lelah belajar, ada orang-orang terdekat yang menyemangati dan mendoakan.


Ujian Pertama
Selama belajar untuk ujian SKD, belajar sejarah indonesia terutama karena aku lemah di TWK, aku merefleksi diri, pantas tidak orang sepertiku, yang punya pengetahuan seadanya tentang negara indonesia ini lolos cpns. Pantaskah orang yang baru menghapal beberapa bulan sepertiku bekerja untuk negara. Belajar hanya supaya lolos. Banyak sekali pertanyaan pantas atau tidak di kepalaku. Butuh waktu lamaa untuk menjawab pertanyaan2 filosofis seperti itu. We have to find our why.  Tapi aku berusaha saja menikmati belajar TWK, Tes Wawasan Kebangsaan. Aku mencoba belajar dengan metode berkisah, dimana sejarah sejarah tersebut kubayangkan. Kubayangkan Indonesia ratusan tahun lalu, kubayangkan perang-perang dan penyiksaan yang terjadi. Kubayangkan gerakan pemuda pemudi jaman dahulu. Alhamdulillah, lumayan menjadi paham. Belajar sejarah jaman kita sekolah dengan belajar sejarah jaman sekarang ketika kita dewasa sungguh berbeda. Aku melihat dari sudut pandang yang berbeda dan memahami. Terimakasih ya Allah atas bantuan pemahaman ketika aku belajar. 

Tes
Aku melihat di pengumuman online, bahwa aku akan ujian SKD tanggal 6 Oktober 2021. Lalu aku dapat informasi waktu nanti ujian SKD disitu juga kantorku akan melakukan audit CHSE, program dari Kementerian Pariwisata, aku masih HRD Manager saat ini dan menjadi leader dalam program audit itu. Ini tanggung jawab besar. Kenapa tabrakan semua sih Ya Allah. Ada 30 hari dalam sebulan, kenapa ujian dan audit susah terjadi di hari yang sama. Bolehkah saya ujian dulu. 

6 Oktober 2021. Ini pertamakalinya aku ikut ujian SKD. Aku datang pagi pagi. Sudah ramai mas mas dan mba mba pakai baju hitam putih. Mungkin diantara mereka ada yang sudah berkali-kali ujian. Mungkin diantara mereka ada yang datang dari jauh sekali. Naik speed, naik perahu, melewati kebun sawit becek  ke tempat ujian ini. Apalah aku anak baru yang mau ujian hari ini. Tapi aku datang dengan beberapa senjata yang sudah kuhapal. Semoga bisa mengerjakan dengan baik. Aku tidak berbicara waktu di ruang steril. Hanya merenung. Kenapa banyak sekali orang yang antusias dengan pekerjaan ini. Apakah ini sesuatu yang membanggakan. Aku tidak tahu. Yang jelas aku mau tau seberapa kemampuanku di tes cpns ini. 

Masuk ruangan. Soalnya ada 100. Aku mulai mengerjakan soal soal yang menurutku mudah terlebih dahulu. Aku kerjakan TKP. Astaga. Kenapa susah dan membingungkan begini. Tes kepribadian yang menurutku tidak perlu belajar malah aku pusing mengerjakannya. Memilih jawaban yang terkesan sama semua pilihan jawabannya. Selanjutnya aku mengerjakan TIU. Tidak ada masalah mengerjakan matematika dan figural. Berjalan lancar saja karena aku cukup bisa mengerjakan soal matematika. Yang terakhir mengerjakan TWK. Materi paling susah menurutku karena sejarah indonesia. Duh. Ayo otak berpikir. Yang mana jawaban ini. Banyak jawaban yang kuganti-ganti di TWK. Aku pesimis lagi pantas kah aku yang gak bisa jawab TWK ini lolos maju kebabak selanjutnya ? 

Waktupun habis, aku klik selesai dan hasilku keluar. Tapi syukur aku masih bisa maju SKB. Ini membuatku mendapat peringkat terakhir dari 6 orang yang akan ikut ujian kedua. Apakah aku bisa mengambil posisi minimal rank 2 agar jadi CPNS? Ah pesimis rasanya. Kita tidak bisa berlindung
dibalik kata “bukan rejeki” ketika tidak lolos dengan nilai pas pasan. Menurutku itu hanya boleh diucapkan  oleh orang-orang yang sudah  berusaha maksimal, skornya tinggi, lalu dibalap dengan selisih skor sedikit. Bukan oleh orang yang leyeh-leyeh. 

Untuk kamu yang mau baca postingan lain lebih lanjut : 





You know what. I feel like documenting my civil servant journey. Things i would like to tell you : 1. Dont underestimate the test 2. Keep humble dont ever ever feel superior other than your competitior I was expecting score : 430-450 . I was optimistic because i've been studying hard for two months, try outs and stuff , and i got disappointment of my self when i click the final score. 417 such a small score. There is so much technical error during the CAT test. But alhamdulillah Allah swt give me another change. Will I make it? I will study hard first! Let me try this competition first.

 Simulation so that I can win and secure my place : 
I need to study hard in order to pass the test and beat my competitior. I just need 5 points ahead to secure my position. I really hope I can make it this year. All of this CPNS process contains full of life reflection of how i should behave. I have a good feelings about this, insyaAllah.

Thursday, 19 August 2021

CIVIL SERVANT

Hey everyone. This news maybe shocking but you should know. I am in the middle of learning process because i apply for becoming a civil servant. This is shoking for me because i never had the idea of working for government. I've been in the private sector my whole life. I do believe there's a power to motivates me apllying for this job. Remember I am a very competitive girl. I think i will try hard for now. Wish me luck!

Monday, 8 February 2021

Happy wedding for you

Hello readers. It's February the 8th 2021. It's an important day for me because .......
Remember the blog posts about Puput and Syawal back in 2015? I was in college, I was in love, but I dont know how to express it so in 2015 I just write it... And now 2021, long story short,  we both married with our own choice.

Puput & Syawal Part 0



 
We are all married now with different partner.
I really hope that his marriage will last forever.
I am happy.

 

Happy wedding for you two.
I always hope the best for you.


Two of my former staffs coming to your event. Thankyou for the memories hehe.

Tuesday, 26 January 2021

1st Rejection

Hari ini aku mendapatkan rejection pertama dari Chevening. Aku sudah mengikuti instruksi cara membuat essay yang benar menggunakan metode S.T.A.R. Namun menurutku rejection kali ini terjadi karena ini percobaan pertamaku dan banyak yang harus kuperbaiki. Aku akan semangat untuk daftar lagi November ini. 







How to Hold Happiness

 Wow… it’s the end of 2025 already. And here I am, finally writing a blog again after such a long break—haha, sorry for disappearing. Life h...