Orang No. 1
Suamiku tidak percaya aku daftar cpns sampai dia liat aku tulis surat lamaran. Sampai dia liat aku bergadang mati matian belajar. Dia selalu kasih aku pertanyaan atau pernyataan filosofis yang membuat aku bertanya2 jg kenapa aku sampai mendaftar. Pantas gak sih aku menjadi pegawai negeri. Wajar aja karena memang suami gue lulusan Ilmu Pemerintahan Integratif yang semi militer tentu dia bertanya2 padaku.
Yakin kamu mau daftar? Pns tuh gajinya kecil. Jauh sama gajimu skrg. Yakin kah? Gak asik ah masa dua duanya pns. Pns tuh stereotypenya santai2 kamu bakal dihujat kmu bakal gak terbiasa apalagi kamu orgnya gesit cekatan, birokrasi itu ga asik. Yakin mau ? Nanti menyesal? Gak bisa resign seenaknya. Ini kerja untuk negara. Banyak PNS masuk neraka karna ini itu. Yakin kah? Yakin kah? Ditanya setiap hari sampai seribu kali.
Bukan di encourage malah dikasih pahit pahitnya. Tapi gakpapa, itu yang sangat kubutuhkan biar semakin menguatkan tekad. Semakin suami gue gak percaya aku daftar cpns semakin tiap malam aku belajar. Sampai suatu hari dia liat keseriusanku, "ternyata kamu serius ya mendaftar" lahhh menurut nganaa bercanda? mulai deh darisitu disemangatin. Dibelikan ciki ciki sampai gendut. Dibelikan makanan. Gak pernah disuruh ini itu. Dibuat senyaman mungkin untuk belajar. Dikasih wejangan nanti kalau jadi pns jangan gini ya jangan gitu dan wejangan2 lain seolah olah aku sudah lolos padahal belum. Jadi semakin semangat belajar. Waktu nilai SKDku rendah, aku gak tenang tidur. Aku pernah bilang syabab aku mau muntah belajar, dia jawab "ya bersenang2 aja sekarang bersakit2 kemudian". Astaga wkwkw aku seperti di pecut. Ak langsung belajar lagi. Sakit sekarang aja santai kemudian kalau udah lolos. Suami gue selalu memotivasi ini itu sampai aku gak ada kegiatan lain selain belajar. Pokoknya nilaiku harus maksimal. Sebelum ujian dia bilang pasti puput lolos, masa puput gak bisa sih. Pasti bisa. Hahahaha akhirnya bisa betulan. Makasi ya . Tidak lepas dari doa nonstop orangtua dan mertuaku.
Orang No. 2
Namanya kak Auriza. Dia orang yg langsung bantu aku belajar SKD setiap hari. Dia yg bantu aku memahami alur ini itu. Dia video call aku memastikan aku belajar atau gak. Kasihtau website2 tryout buat belajar. Ajak aku tanding nilai tryout SKD Setiap Hari. Kadang ak minder, TKP dia tinggi sekali setiap tryout. Try out sudah seperti minum obat. Pagi siang malam. Sampai mau muntah. Kadang kalau aku leyeh leyeh atau lagi santai2 dia akan langsung meneror "heh bangkit kmu belajar, diluar sana banyak yg mati matian belajar terus kamu mau leyeh leyeh gitu? Hahahaha jangan harap kamu lolos." Habis dikatain gitu ak langsung bangkit taulah. Memang kak auriza ini jiwa jiwa coach yang kubutuhkan. Makasi coach.
Orang No. 3
Namanya Mbak Halimah asal Kalteng. Teman belajarku 1 formasi. Gak pernah ketemu. Ketemunya di telegram waktu mau belajar SKB. Padahal dirinya sendiri dari jurusan statistika yang sama sekali ga pernah belajar ilmu komunikasi tapi semangat belajar, dia ingatkan aku belajar setiap malam. Kita tanya jawab soal. Kadang pernyataan nya ttg teori komunikasi aku baru tau sampai ak bilang ya ampun aku kemana aja sih masa gak tau. Saling menguatkan karena ini pertamakalinya kami ujian. Jadi kayak berjalan di kegelapan. Tapi karena sama sama jadi gak terlalu gelap2 amat. Hahaha. Dia juga selalu menghibur pakai meme dan jokes kalau sudah ditingkat kejenuhan. Kita sama sama belajar dari jauh hari dan sama sama lolos. Senangnya sampai videocall nangis2. Terimakasih mba halimah. Aku selalu ingat kebaikanmu. Walaupun kita beda pulau, pasti kita akan terus sharing karena jabatannya sama. Semoga kita bisa ketemu.
Orang No. 4
Namanya I Ketut Darmaye. Teman kuliahku yang sekarang di Bali dan waktu itu mengambil formasi pranata humas di Bali. Sama sama belajar SKD walaupun beda pulau, terutama TWK yang bikin pusing kepala. Maye kuat di TWK sejarah indonesia. Aku kuat di TIU matematika. Jadi kita saling melengkapi. Kadang tengah malam kalau aku dapat soal susah langsung screenshot kedia, lgsung dikasih sejarah cara jawabnya. Begitu lah kami hari hari. Kadang subuh jam 4 dia marah2 karena kukirimkan soal hahahaha. Lucu sekali teman belajarku itu. Kadang juga siang siang aku lagi meeting di kantor dia kirim soal matematika. Dan kujawab di coretan. Seru sekali belajar sama maye karena dia orangnya bukan people pleaser. Dia akan memaki maki aku kalau aku santai2. Dia akan ngomel panjang kali lebar kalau aku ngantuk di zoom meeting belajar. Kita betul2 memanfaatkn teknologi ini buat belajar. Dia yang sarankan aku uninstall semua sosmed sementara biar fokus. Dia juga yang bilang sampai skor SKB ilmu komunikasi kamu rendah, ulang aja kamu kuliah lgi bikin malu aja. Hahaha. Pokoknya sama maye ini harus tahan banting banget lah. Dan aku suka metode itu hahaha. Metode hujat menghujat. Aku bersyukur sekali punya teman teman kayak gini.
Orang No. 5
Namanya Shiddiq. Berjuang bersamaku di provinsi yang sama. Setiap hari kasih info info terupdate dan tentunya membakar semangat. Aku belajar setiap hari, tukaran akun tryout biar kita punya banyak bank soal. Aku menikmati proses belajar ini seolah2 sedang mempersiapkan diri untuk olimpiade badminton cabang ganda campuran bersama shiddiq. Kalau dia latihan aku harus latihan. Kalau dia lolos aku harus lolos. Tidak ada yang boleh tertinggal. Tapi sekuat kuatnya aku belajar, lebih kuat lagi shiddiq belajar. Aku belajar sehari 3 jam saja dia bisa lebih lebih dari itu. Bahkan mungkin pas lagi tidur otaknya tetap belajar hahaha. Apalagi pas SKD ampun deh dia skornya tinggi sekali. Kadang2 aku membayangkan gimana rasanya lolos bersama teman seperjuangan kita. Pasti senang sekali. Aku gak ada kepikiran buruk akan gak lolos sih. Jadi optimis aja. Waktu skorku ketinggalan jauh sama shiddiq di ujian pertama yaitu SKD, dia tetap menyemangatin sekuat tenaga biar aku gak keluar dari jalur belajar, tetap on track. Dia juga selalu mengawasi skorku live di youtube. Begitulah aku membutuhkan dia seperti partner badminton ganda campuran. Ini adalah tahun kita. Alhamdulillah satu angkatan cpns 2021 bersama Shiddiq.
Lihatkan bagaimana orang orang disekitarku semua ganas ganas menyambuk untuk belajar. Kok bisa ya aku tahan banting, tapi gakpapa. Itulah yang kubutuhkan dan sekarang aku lolos aku gak bakal lupa orang orang mengerikan ini. Merekalah yang terdepan menyemangatiku. Next aku membuka sesi mentoring buat adik adik kalau ada yang mau persiapan ujian juga. Tapi pasti aku tanya mau metode tahan banting atau metode biasa biasa aja? Hahaha