Thursday, 24 February 2022

No Expectation

Aku tipe orang yang akan berproses dalam diam. Nanti jika ada hasilnya baru share the story itupun aku share kalau aku rasa kisahku bisa bermanfaat.

Sama seperti waktu jaman kuliah aku lolos untuk kandidat pertukaran pemuda ke Japan. Almh mamaku syok karena tidak pernah cerita tiba tiba lihat namaku di twitter.

Sama seperti  waktu aku menang sebuah kompetisi, teman2 dekatku kaget saat aku traktir makanan enak enak, aku pun tidak langsung cerita, mereka dapat sendiri berita di media baru aku mulai cerita.

Sama seperti aku tiba tiba nikah di usia 25 tahun. (Dimana semua teman dekat tau puput adalah penganut nikah usia 30an keatas.) Sebenarnya bukan tiba tiba, kami sudah mempersiapkan 1 tahun sebelumnya ketika suami gue berhasil membuka pikiran untuk tidak perlu menunggu nanti nanti. Bagaimana mungkin aku nikah tiba tiba. Harus dipersiapkan matang ini itu. Aku tidak cerita saja persiapannya. Dan aku juga tidak biasa memposting kisah percintaanku. Jadi terkesan untukmu tiba tiba.  

Sama seperti waktu lalu aku asessment jadi manager, hanya sedikit yang tau. Tiba tiba lolos. Sebenarnya semua yang terjadi bukan tiba tiba , aku tidak cerita saja kepadamu sehingga kesannya waw tiba tiba dan unpredictable. Padahal susah payah berjuang jg. Dan sama sekali bukan unpredictable karena i know what i want, aku tau apa yang sedang kuperjuangkan. 
 
Sama seperti waktu belajar untuk cpns aku merasa gak perlu orangtau aku lagi susah payah belajar, cukup aku simpan sendiri dokumentasinya. Nanti aja, karena aku lagi menikmati proses sakitnya belajar. Menurutku aku akan lebih sakit jika apa apa cerita ke sana sini, posting lagi belajar nih guys, lagi print kartu ujian nih guys,  besok ujian nih guys doain ya, orang orang pada tau aku lagi mau ujian, mereka mendoakanku, eh ujung ujung aku gak lolos dan pasti  sedikit banyak mengecewakan mereka. No, that's not me. Aku tidak terbiasa begitu, koar koar duluan. I dont want people to have expectation on me. Biarkan aku yang mengendalikan momentum. 


Sama dengan pencapaian lain lainnya di masa depan aku akan menikmati proses sampai tiba waktunya untuk share the story. Seperti memantaskan diri untuk dapat beasiswa ke luar negeri, kamu tau kan itu sangat susah, dan tidak bisa hitungan bulan persiapannya. Butuh waktu bertahun2 dan ini tahun keduaku memantaskan diri. Let it be part of my success story later. 


Terimakasih sudah baca. 

sore di rooftop



No comments:

Post a Comment

How to Hold Happiness

 Wow… it’s the end of 2025 already. And here I am, finally writing a blog again after such a long break—haha, sorry for disappearing. Life h...