Saturday, 5 March 2011

The Only One






This is one kind of Islamic Story that i really like. 
The story entitled "Satu yang Tiada Duanya" 
was so impressive. So go on, then.

Kisah Benar Pemuda Arab Belajar di Amerika Ada seorang pemuda arab 
yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini 
adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan 
agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar,ia juga seorang 
juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah 
seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga 
Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan 
di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.
 Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula 
ia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi 
permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku
 dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka 
serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat 
itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, 
"Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini". Pemuda arab 
itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan 
itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya
 pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya". 
Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa
 saya seorang muslim". Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu". 
Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan
 pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan 
pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda muslim itupun 
menerima tentangan debat tersebut. Pendeta berkata, "Aku akan 
mengajukan kepada anda 22 pertanyaan 
dan anda harus menjawabnya dengan tepat"
Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!” Sang pendeta pun mulai bertanya,
"Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya,
empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya,
tujuh yang tiada lapannya, lapan yang tiada sembilannya, 
sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, 
sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, 
tiga belas yang tiada empat belasnya.

Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! 
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? 
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? 
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? 
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! 
Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api 
dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu,
siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? 
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! 
Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting 
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan
 dan dua di bawah sinaran matahari?". Mendengar 
pertanyaan tersebut, pemuda 
itu tersenyum dengan keyakinan 
kepada Allah.

Setelah membaca Basmalah ia berkata, “-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT. 
-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, 
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami) (Al-Isra':12)". 
-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika 
Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika 
menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. -Empat yang tiada limanya
 adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an. - Lima yang tiada enamnya ialah 
Solat lima waktu. -Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT 
menciptakan makhluk. -Tujuh yang tiada lapannya ialah Langit yang tujuh lapis. 
Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
 Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu 
yang tidak seimbang (Al-Mulk: 3)". -Lapan yang tiada sembilannya ialah 
Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat
 berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu lapan orang malaikat 
menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka (Al-Haqah: 17)". 
-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa iaitu; 
tongkat, tangan yang bercahaya, angin taufan, musim paceklik, 
katak, darah, kutu dan belalang.* -Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh
 ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat
 kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat (Al-An'am: 160)". 
-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Nabi Yusuf 
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mukjizat Nabi Musa yang terdapat 
dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya,
 lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu 
memancarlah daripadanya dua belas mata air (Al-Baqarah: 60)". 
-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Nabi Yusuf 
ditambah dengan ayah dan ibunya. -Adapun sesuatu yang bernafas namun
 tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT berfirman, 
"Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing (At-Takwir: 18)". 
-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
 -Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam syurga adalah saudara-saudara 
Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami,
 sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf dekat 
barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, 
Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." 
Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu 
kepada Rabbku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang (Yusuf:98)" -Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia 
sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek
 suara adalah suara keledai (Luqman: 19)". -Makhluk yang diciptakan Allah 
tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Salih dan Kambing 
Nabi Ibrahim. -Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab 
dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
 Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim (Al-Anbiya': 69)".
 -Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Salih, yang diazab dengan
 batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah 
Ash-habul Kahfi (penghuni gua). -Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap
 perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT? 
"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar (Yusuf: 28) ".
 -Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,
 setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah 
sinaran matahari maknanya; Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, 
Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan 
di malam hari dan Dua di siang hari”.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda 
muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan
 niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. 
Permintaan ini disetujui oleh pendeta. Pemuda ini berkata, 
"Apakah kunci syurga itu?" , mendengar 
pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan
 dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan 
kekhawatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir 
di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, 
namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 
pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya 
memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! ". 
Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku 
takut kalian marah". Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda ". 
Pendeta pun berkata, 
"Jawabannya ialah; Asyhadu An La Ilaha Illallah
 Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah".
Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk
 agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga 
mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertaqwa.

*********************************************

True story from Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah.

No comments:

Post a Comment

How to Hold Happiness

 Wow… it’s the end of 2025 already. And here I am, finally writing a blog again after such a long break—haha, sorry for disappearing. Life h...