Dear Puput masa depan
Hari ini kamu nangis. Karena ada orang datang ke rumah membawa kabar buruk. Dan itu membuatmu sangat sedih. Tapi walaupun kamu sedang nangis, aku lihat kamu masih cukup tegar. Aku jadi bingung darimana kamu bisa menjadi seperti itu. 18.02 kamu nangis di depan pintu kamar. 18.04 ada telepon dari atasanmu dan setelah dering ke empat kamu angkat telpon itu dan menjawab dengan sangat profesional seperti tidak terjadi apa-apa padahal saat itu kamu masih sedang nangis. Setelah menjawab telepon. Kamu kembali duduk diam dan sedih memikirkan ini semua. Tentang pekerjaan, tentang ibumu, tentang masalah keluargamu, tentang semuanya. Hari ini kamu merasa sangat tidak berguna dan telah mengecewakan orang tua.
Tahukah kamu, kamu memang cukup tegar, tapi janganlah terlalu keras pada dirimu sendiri. Janganlah terus ceria, tidak apa apa sesekali menunjukkan kamu sedang sedih, tidak perlu berpura-pura senang di depan banyak orang. You are human too. Aku lihat beban di punggungmu begitu besar. Tidak apa-apa sesekali kamu beristirahat. Tidak apa-apa sesekali kamu egois untuk dirimu sendiri. Hidup berbahagialah. Ini cuma dunia.
Sangatta, 11 April 2019
18.20
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
How to Hold Happiness
Wow… it’s the end of 2025 already. And here I am, finally writing a blog again after such a long break—haha, sorry for disappearing. Life h...
-
Wow… it’s the end of 2025 already. And here I am, finally writing a blog again after such a long break—haha, sorry for disappearing. Life h...
-
My physical condition is not good at all. I’m going weak until today. I hate this illness. I cannot do some of my activities. I just don’t h...
-
Long Time no blogging. My internet connection is being error this several days, so I have no idea how to connect it easily. I'd go to th...
No comments:
Post a Comment