Warning : Curhatan berikut khusus bubuhan pejuang cpns, kalau gak minat skip sekarang.
Curhat dikit :
Aku tipe orang yang kalau berproses maka akan diam, gak bisa "wehhh aku lagi belajar loh wehhh ak lagi asessment promosi, wehh aku besok ujian cpns doain yach." No im not that type. Harus buktikan dengan hasil baru aku share prosesnya untuk kenang kenangan.
Untuk tes cpns aku tu paling jengkel sama orang yang usahanya biasa biasa aja, skornya dibawah rata2, kebanyakan pencitraan, terus pas dia gak lolos lalu bilang "aduh bukan rejeki." Bukan mau sombong tapi mau meluruskan bahwa kita gak bolehh menormalkan istilah itu untuk mengecilkan usaha orang.
Usahamu kayak apa si sampai kmu berani bilang bukan rejeki? Apakah kamu sudah menjemput rejeki dengan maksimal? Aku gak larang untuk berucap bukan rejeki. Bolehhh. Cuma menurutku ada kriteria orang2 yang memang PANTAS ngomong "bukan rejeki" (dan aku ikhlas mendengar mereka ngomong itu). Yang jelas mereka gak leyeh2, mereka skornya TINGGI bukan dibawah rata rata, mereka berusaha sekuat tenaga, mereka gak banyak cingcong hanya disalip beberapa poin aja, jadinya bukan rejeki. Dia berusaha keras menjemput rejeki dengan semua keterbatasannya dan memang Allah swt berkehendak bukan rejeki dia. Itu baru the real bukan rejeki. Tolong aja teman2ku yang budiman you know what i mean right...
Aku udah gerah dan sekarang punya kapasitas untuk share pendapatku ini. Jadi ya... bear with me....🤪 Selamat tersinggung.
Yang mau baca part lain silahkan
Jangan kasih kendooor mba' e
ReplyDelete